|
|
Penulis : Tyler Mitchell
Paperback: 368 hal
Penerbit : O'Reilly; Edisi 1 (17 Juni 2005)
Bahasa : English
ISBN : 0596008651
Ukuran : 9.2 x 7.1 x 0.8 inchi
|
Di tengah persaingan dua penyedia konten besar untuk web mapping, Google dan MSN, buku ini mengajak para pembuat peta untuk membangun situs web mapping sendiri dengan piranti lunak open source. Mapserver buatan komunitas yang difasilitasi Universitas Minnesota ini memang menjadi pokok bahasan utama buku ini, dengan semua tool pembantunya.
Buku ini murni berisi teknis untuk menyajikan peta lewat internet, tidak ada kajian teoritis yang dibahas, kecuali sedikit pembahasan tentang proyeksi peta pada lampirannya. Bahan-bahan ini sebenarnya dengan mudah bisa didapatkan di internet. Jika anda berencana membangun situs web mapping dan tidak sayang untuk mengeluarkan 40 dolar AS, atau 26,37 dolar AS plus ongkos kirim sebagai pengganti waktu anda berselancar mengumpulkan dan mencetak bahan-bahan yang disajikan buku ini, sebaiknya anda segera bergegas memesannya karena buku ini tidak dipasarkan di Indonesia.
Selain kualitas cetakan dan kertas yang bagus, seperti buku O'Reilly lainnya, buku ini ditulis dengan sistematika yang terstruktur rapi. Diawali pengantar tentang pemetaan dijital mulai dari cara mendapatkan, membaca, memanipulasi, konversi, menghubungkan dengan geodatabase atau spatial database yang rumit dan kemudian menampilkannya.
Mitchell, penulis berlatar belakang geografer yang antusias pada open source berhasil menuntun pembaca atau yang berminat untuk mengembangkan web mapping pada langkah-langkah dan alat bantu yang tepat untuk menyajikan peta di internet, semuanya menggunakan piranti lunak open source yang "hampir" gratis.
Buku ini seperti mendukung gerakan IGOS (Indonesia Go Open Source) dan patut menjadi bahan pertimbangan bagi yang sibuk dengan proposal untuk membuat web mapping atau Web GIS, dari pada menghabiskan biaya ratusan atau ribuan dolar hanya untuk lisensi penggunaan piranti lunak sejenis buatan vendor besar.
Web mapping kini memang sedang menjadi arus utama dalam pengembangan konten internet, selain bisa menjadi alat kontrol dan transparansi informasi pembangunan. Digabungkan dengan open source, web mapping bisa menjadi alat yang sakti. Toh tidak sulit mencari dukungan sumber daya manusia dalam pembuatan web mapping berbasis open source di Indonesia, karena kini banyak anak negeri yang sudah mempelajari dan mengembangkannya. (*) Powered by AkoComment! |