Depan arrow Buku arrow Resensi Buku arrow Hancurnya Negara Bangsa
Hancurnya Negara Bangsa Cetak E-mail
Oleh Irvinia B. Arumsari   
Kamis, 23 Desember 2004
sampul bukuPenulis : Kenichi Ohmae
Penerjemah : Ruslani
Penerbit : Qalam

    Buku yang terdiri dari 276 hal dan xvii hal tambahan terbagi menjadi 9 (sembilan) bab dengan lampiran Epilog dan Apendiks yang berisi tulisan-tulisan dari penulis lainnya. Buku ini berisi teori hal-hal yang berbau ekonomi dan keuangan yang berkaitan dengan hubungan antar negara di jaman modern.

    Bagi orang awam dengan ilmu ekonomi dan keuangan, buku ini enak dibaca karena penulis menjelaskan hal-hal yang rumit melalui narasi dan contoh-contoh sehingga mudah untuk dimengerti. Hanya saja terjadi terjemahan yang kurang pas disana sini yang agak menyulitkan pembaca dan menganggu walau secara keseluruhan terjemahan sudah baik.


    Salah satu cara dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang apakah kelompok-kelompok ekonomi seperti OPEC, G7, ASEAN, APEC, NAFTA atau Uni Eropa menyediakan peluang terbaik bagi ekonomi? adalah dengan mengamati 4 I yaitu :

Investasi : tidak memiliki batasan geografis, dapat dilakukan dimanapun yang diinginkan. Investasi tidak lagi dilakukan dalam sekala lokal atau nasional saja, tetapi sudah mencapai lintas negara.

Industri : orientasi saat ini jauh lebih global dibandingkan 8 tahun yang lalu. Satu dasawarsa lalu, kepentingan pemerintah menjadi satu persoalan, tetapi saat ini yang menjadi orientasi perusahaan adalah hasrat dan kebutuhan melayani pasar dan menguras sumber daya sebanyak-banyaknya.

Informasi: gerakan investasi dan industri sangat bergantung terhadap teknologi informasi (TI). Melalui TI sebuah perusahaan dimungkinkan beroperasi di berbagai belahan dunia tanpa harus membangun seluruh sistem bisnis ditiap-tiap negara di mana perusahaan itu memiliki perwakilan.

Individual : yang dimaksud disini adalah konsumen dan sifat konsumerisme itu sendiri. Dengan adanya akses informasi yang lebih baik mengenai gaya hidup di seluruh belahan dunia, keinginan membeli tidak lagi dikondisikan oleh larangan pemerintah untuk membeli produk-produk hasil negara-negara tertentu hanya karena asosiasi-asosiasi nasional mereka.

    Pada peta ekonomi lama, sektor pemetaan yang paling penting harus berkaitan dengan hal-hal seperti lokasi penyimpanan bahan mentah, sumber energi, sungai yang bisa dikendalikan, pelabuhan-pelabuhan berair dalam, jalur kereta api, jalan-jalan beraspal dan batas-batas nasional. Sebaliknya, pada peta ekonomi saat ini, sektor terpenting adalah jejak-jejak yang dapat ditangkap oleh satelit, TV, wilayah yang bisa dijangkau siaran radio, dan jangkauan geografis dari surat kabar dan majalah. Informasi telah menggantikan kedekatan dan politik sebagai struktur yang paling penting dalam membentuk aktifitas ekonomi. Tentu saja lingkungan fisik dan batas-batas politik masih menjadi persoalan, tetapi bukan persoalan utama (hal 41).

    Penulis mengatakan bahwa di masa globalisasi seperti sekarang ini, komunikasi dan informasi dapat dilakukan lintas batas dengan waktu yang relatif cepat, tanpa ada batasan geografi, politik, budaya dan sebagainya. Hal ini yang menyebabkan ekonomi tidak dapat dibatasi batas-batas geografi, baik fisik, administrasi maupun politik. Dengan demikian negara-negara yang menguasai komunikasi dan informasi akan menguasai ekonomi. penulis menyebut negara-negara penguasa ekonomi tersebut sebagai Triad, yaitu Jepang, Eropa dan Amerika Serikat.

    Penulis mencontohkan barang-barang industri Jepang tidak lagi dibuat di Jepang melainkan diproduksi di Cina, Indonesia atau Kamboja. Demikian juga barang-barang Amerika, celana jeans Levi's dan minuman Coca Cola tidak seluruhnya di produksi di Amerika Serikat kemudian didistribusikan ke seluruh dunia, tetapi di produksi secara lokal untuk pasar lokal. Kegiatan lintas batas tersebut membutuhkan kepemimpinan manajerial yang kuat dan mengerti tentang budaya dan situasi lokal. Manajer yang sanggup menguasai bahasa, selera dan budaya lokal akan sanggup bertahan diposisinya. Contoh : Australia merupakan salah satu negara pengekspor barang terbesar ke Jepang, tetapi sangat sedikit manajer asli Australia yang menguasai bahasa jepang, sehingga kebanyakan level manajer pada perusahaan-perusahaan Australia tersebut merupakan orang Jepang.

    Properti bukan milik bangsa dan negara. Tidak ada kepentingan masyarakat dan negara dalam hal ekonomi, yang ada hanya kepentingan individu dan ?uang'. Negara kawasan adalah unit-unit ekonomi, bukan unit politik, dimana masyarakat negara kawasan hanya memiliki fokus lokal (hal 132). Contoh negara kawasan adalah Sigapura. Mereka menerima investasi, produk asing atau apapun yang akan membantu agar masyarakat mereka bisa bekerja secara produktif, meningkatkan kualitas hidup mereka dan memberikan akses untuk memperoleh produk paling baik dan paling murah. Itulah mengapa warga Singapura dapat menikmati produk pertanian yang lebih baik dan murah dibandingkan orang Jepang walau di Singapura tidak ada pertanian.

    Dilihat dari perkembangannya, model negara kawasan akan menjadi ?trend' di masa mendatang. Pemerintah yang hanya mementingkan batas-batas geografi dan politik tidak akan mengalami kemajuan ekonomi. Yang perlu disiapkan dalam menyongsong bentuk negara kawasan adalah sumber daya manusia yang profesional. Seperti yang banyak dilakukan akhir-akhir ini, menyewa tenaga ahli lebih mudah dibandingkan membangun tenaga ahli. Contoh : Jepang menyewa sutradara Hollywood terkenal untuk membuat film Jepang sekelas Hollywood dari pada ?membangun' Hollywood di Jepang.

    Negara kawasan bukanlah dan tidak harus menjadi musuh pemerintah pusat. Bila ditangani dengan bijak maka pintu-pintu masuk menuju ekonomi global mungkin lebih terbuka. Beberapa contoh negara kawasan di dunia : Batam (Indonesia), Hongkong (Cina), Penang (Malaysia), Silicon Valley Bay Area (California), Pusan (Korea), Fukuoka dan Kyushu (Jepang).

Versi Bahasa Inggris
Paperback, 224 halaman
Penerbit: Touchstone (May 15, 1996)
ISBN: 0684825287
Ukuran: 9,2 x 6,2 x 0,6 inci
Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com