|
Geografi Kota dan Desa (Edisi Revisi) |
|
|
|
Oleh Irvinia Budining Arumsari
|
|
Rabu, 24 November 2004 |
Penulis : Drs.
Daldjoeni
Penerbit: Alumni
Tebal: 272 hal + xvi
ISBN: 9794140740
Buku dengan tebal isi 272 halaman dan xvi
(16) halaman lampiran awal, terbagi menjadi 14 bagian (bab). Di dalam buku ini
terdapat bahasan umum mengenai kota dan desa berdasarkan perspektif sejarah,
struktur, dan pertumbuhannya berserta contoh-contoh kasus yang terdapat di
Indonesia maupun luar negeri.
Pada hakikatnya kota dan desa saling
berinteraksi satu sama lainnya. Seperti yang terdapat dalam kalimat "Kota
selalu mempunyai ikatan erat dengan wilayah yang mengelilinginya" (hal 76).
Pada halaman 77 disebutkan contoh-contoh interaksi dan ikatan antara kota dan
desa.
Implikasi dari interaksi dan ikatan
tersebut ada yang bersifat negatif maupun positif. Salah satu implikasi negatif
adalah urbanisasi. Urbanisasi sebenarnya menyangkut proses menjadi kawasan
perkotaan, migrasi masuk kota, perubahan jiwa dari bertani ke yang lainnya; juga
menyangkut perubahan dalam pola
perilaku manusia (hal 95). Urbanisasi merupakan implikasi negatif dilihat dari
sudut pandang desa, dimana desa akan mengalami ‘kematian’ perlahan karena
penduduknya berpindah (tempat tinggal) ke kota atau berpindah (mata pencaharian)
dari bertani ke non pertanian.
Implikasi negatif dilihat dari sudut
pandang kota adalah cornubation yang merupakan kota raksasa akibat pemekaran
wajar dengan penduduk sebanyak 500.000 hingga 5 juta atau lebih. Hal-hal yang
menyebabkan cornubation, pola dan contoh-contohnya juga dibahas dalam buku ini,
khususnya bab 8.
Selain membahas masalah intern kota
(dalam bab 10 dan 13), Djaldjoeni juga membahs kota dari sektor-sektor yang
mempengaruhinya, seperti industri, ekonomi, dan wilayah surbubia. Wilayah
surbubia (dari kata Latin suburbis; sub = bawah, urbis = kota) yang dalam bahasa
Inggris disebut fringe dan dalam bahasa Indonesia disebut wilayah
pinggiran merupakan wilayah pinggiran kota yang terhubung akibat pertumbuhan
kota ke luar.
Dalam menjelaskan kota, Djaldjoeni
melengkapinya dengan tabel, gambar dan peta sebagai data penunjang. Tidak hanya
teori, tetapi penjelasannya mencakup teknis seperti rumus dan hitungan
matematis, diengkapi dengan model aplikasi. Hanya kekurangan buku ini terletak
pada kualitas cetakan peta dan gambar yang kurang representatif. Peta dan gambar dengan kualitas BW (black and white/ hitam putih)
bisa dibuat menarik dengan menambahkan struktur artistik berupa pola dan
penambahan label-label yang sesuai dengan peta dan gambar tersebut. Powered by AkoComment! |