|
|
Penulis : Paul M. Mather
Paperback, 324 + ix halaman, ditambah 1 CD-ROM
Penerbit : John Wiley and Sons, 3rd Edition (2004)
ISBN: 0470849193
Ukuran : 19 cm x 24,5 cm |
Buku ini ditulis
oleh Paul Mather, profesor geografi di Universitas Nottingham,
Inggris. Karena ditulis oleh seorang geografer, maka isinya pun terlihat
berperspektif geografi. Dengan demikian, isi buku ini sejenis dengan apa yang
disusun oleh John R. Jensen (Introductory
Digital Image Processing: A Remote Sensing Perspective, saat ini sudah
mencapi edisi ketiga, 2004), distinguished
professor di bidang geografi di Universitas North Carolina, Amerika Serikat.
Pada edisi ketiga
ini, Mather menguraikan pokok-pokok pikirannya ke dalam sembilan bab. Kontribusi tambahan diberikan oleh Dr.Magaly
Coch dari Boston University berupa modul latihan,
mendampingi program pengolah citra berbasis Windows, MIPS (Mather Image Processing System), yang didesain oleh Mather sendiri.
Bab 1 berisi
tentang dasar-dasar penginderaan jauh, seperti yang biasa dijumpai di
berbagai
buku penginderaan jauh. Tampaknya model penyajian isi semacam ini tidak
bisa
dihindari oleh hampir semua penulis buku penginderaan jauh dan
pengolahan citra
digital. Bab 2 berisi tentang wahana dan
sensor penginderaan jauh, dengan titik berat pada wahana berupa
satelit. Uraian dimulai dari karakteristik piranti
penginderaan jauh (“konsep
resolusi”), dan diikuti dengan deskripsi tentang berbagai macam sensor
satelit,
baik yang menggunakan spektrum optik maupun gelombang mikro
(radar). Bab 3 berisi uraian tentang karakteristik
data digital penginderaan jauh dan
diikuti oleh uraian spesifik mengenai perangkat lunak MIPS yang
disertakan
dalam CD-ROM.
Bab 4 berisi
uraian rinci tentang pra-pengolahan (preprocessing)
citra, yang dimulai dari operasi kosmetik, koreksi dan registrasi geometri,
koreksi pengaruh atmosfer, koreksi efek iluminasi dan sudut pandang, kalibrasi
sensor, hingga koreksi efek kondisi medan.
Bab 5 memberikan gambaran rinci tentang teknik-teknik penajaman (image enhancement) dengan pengantar
tentang sistem visual manusia, dan kemudian memasuki pokok bahasan tentang
penajaman kontras dan penajaman warna semu (pseudocolour
enhancement).
Transformasi citra
diberikan di Bab 6, dengan uraian yang cukup panjang lebar. Uraian
ini dimulai dari operasi aritmetik (pengurangan, penjumlahan, perkalian,
pembagian dan indeks vegetasi) dan diikuti dengan model sejenis indeks
vegetasi, yaitu Perpendicular Vegetation
Index dan transformasi Kauth dan Thomas. Transformasi lain seperti Principal Component Analysis (PCA), Hue-Saturation-Intensity (HSI) dan discrete fourier transform juga
dijelaskan di sini. Bab 6 ini ditutup
dengan uraian mengenai discrete wavelet
transform yang akhir-akhir ini mulai populer.
Pada bab 7, teknik
pemfilteran spasial dijelaskan empat sub-bab.
Pertama ialah teknik pemfilteran low-pass
(smoothing), baik yang berupa moving average, median, maupun adaptive
filter. Kedua ialah filter yang menghasilkan citra berfrekuensi tinggi,
yaitu high-pass filter dengan metode
pengurangan citra dan metode derivatif.
Ketiga ialah pembahasan tentang filter untuk mendeteksi batas antar
objek (edge detection). Sub-bab terakhir membahas filter-filter yang
beroperasi pada domain frekuensi, dan hal ini terkait dengan pembahasan tentang transformasi citra pada Bab 6.
Klasifikasi citra
yang merupakan salah satu concern
utama studi geografi, karena manfaatnya dalam menurunkan informasi tematik,
diberikan secara mendalam pada Bab 8.
Pembahasan dimulai dengan konsep mengenai basis geometri klasifikasi
(ruang spektral). Pembahasan berikutnya
ialah tentang metode klasifikasi: tak terselia (unsupervised), terselia (supervised),
logika samar (fuzzy logic) dan model
campuran linier, serta penggunaan pendekatan lain yang melibatkan informasi
non-spektral dalam klasifikasi.
Penilaian akurasi klasifikasi yang merupakan ‘bahasan wajib’ dalam berbagai skripsi dan tesis
penginderaan jauh untuk geografi dibahas pada bagian akhir dari bab ini.
Bab 9 sebagai bab
terakhir menjelaskan berbagai topik lanjut yang sedang hangat saat ini, yaitu
radar (SAR) interferometri, pencitraan hiperspektral, dan sistem laser
(Lidar). Bahasan tentang radar
interferometri dimulai dengan prinsip dasar, cara pemrosesan data
interferometri, dan masalah-masalah yang terkait dengan pemanfaatan maupun
aplikasinya. Uraian tentang pencitraan
hiperspektral dititikberatkan pada cara pemrosesan data spektrometri. Rincian cara operasi Lidar dan aplikasinya juga
diberikan secara singkat.
Isi buku ini
ditutup dengan lampiran berupa manual tentang cara instalasi dan mengoperasikan
perangkat lunak MIPS yang terdapat dalam CD-ROM.
Kekuatan buku ini
terletak pada cara pengorganisasian bab yang sangat sistematis, meskipun
cenderung konvensional. Uraian-uraian di
dalamnya mengalir, dengan gaya
bahasa yang enak dan mudah dimengerti oleh pembaca yang pemahaman bahasa
Inggrisnya agak terbatas sekalipun. Contoh-contoh
aplikasinya selalu mengacu ke bidang aplikasi pemetaan yang terkait dengan
kajian geografi. Perangkat lunak MIPS
sudah “lebih dari memadai” bagi pemula untuk dapat memahami uraian dalam buku
ini. Kelebihan lain, MIPS juga dapat
digunakan untuk membaca dan memproses data dengan format lain, meskipun jumlah
jendela (window) citra yang dpat
dibuka hanya terbatas sampai delapan buah.
Di samping itu,
selera humor yang tinggi membuat pembaca juga betah untuk menekuni bab-demi-bab
yang ada. Misalnya, ketika membahas
teknik jaringan syaraf tiruan (artificial
neural network/ANN), Mather mengutip penelitian yang menyebutkan bahwa otak
manusia terdiri dari beberapa miliar neuron dan hal ini terkait dengan ukuran
otaknya. Selanjutnya Mather mengatakan, “pada
umumnya otak lelaki lebih besar daripada otak perempuan, meskipun banyak
perempuan heran mengapa mereka jarang menggunakannya” (halaman 224).
Meskipun telah
meliput banyak perkembangan terbaru dari pendekatan dan metode analisis citra
digital penginderaan jauh, buku ini juga mempunyai kekurangan –khususnya dalam
hal segmentasi citra. Analisis geografi
biasanya menekankan unsur pola spasial objek, dan hal ini secara umum sulit
diperoleh melalui klasifikasi otomatis berbasis citra digital, yang menggunakan
pola spektral sebagai titik tolak.
Pendekatan baru yang berorientasi objek mulai dikembangkan dalam
beberapa tahun terakhir ini dan semakin menemukan relevansinya dalam analisis
citra dengan resolusi spasial sangat tinggi, misalnya Ikonos (1 m) dan
Quickbird (60 cm). Metode klasifikasi
semacam ini sudah bisa dijumpai dalam beberapa perangkat lunak, misalnya eCognition buatan Jerman. Sayangnya,
metode segmentasi berorientasi objek ini sama sekali tidak disinggung.
Keterbatasan
bahasan juga dijumpai pada aplikasi hiperspektral yang telah banyak dipakai, dibandingkan
dengan semakin banyaknya ketersediaan
citra tersebut (misalnya dari MODIS, Hyperion, Hymap, dan CASI). Ada
satu hal lagi yang terasa menganggu: sebagai buku teks penginderaan jauh, tidak
tersedia halaman khusus berwarna untuk contoh-contoh hasil pemrosesan citra.
Lepas dari
kekurangan itu, buku karya Mather ini
punya nilai manfaat yang sangat tinggi, terutama bagi mahasiswa program S1 dan
S2 serta praktisi yang menekuni karir penginderaan jauh *** Powered by AkoComment! |